Badung, 4 Maret 2026-Pelaksanaan kelas pembelajaran karakter untuk semester ganjil 2025-2026 sukses diadakan dengan agenda kegiatan pemutaran film screening the Sacrifice sebuah film oleh Robert Lemelson.Film ini diproduksi oleh Elemental Production. Sebagai sutrdara utama dalam film ini adalah Robert Lemelson yang mendokumentasikan proses etnografis secara longitudinal di Bali. Ia juga bertanggung jawab atas produksi dan riset antropologi visual, dengan fokus pada dinamika budaya serta kesehatan mental keluarga Ketut Sudirta. Sedangkan film ini  dinarasikan oleh teman masa kecil Ketut, Anak Agung Indra Kusuma (co-producer), sementara Robert Lemelson, Ph.D menyediakan kerangka akademis sebagai antropolog yang mengeksplorasi makna budaya di balik tragedi tersebut. Tim lain dari Elemental adalah Sri Pratiwi seoarang mahasiswa program Doktoral di USA.

Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi bekerja sama dengan Lembaga Karakter dengan durasi waktu 1 jam 21 Menit.  Ruang aula E Universitas Dhyana Pura juga dipenuhi oleh mahasiswa  dari berbagai jurusan hampir menpacai 600 orang lebih. Kegiatan kuliah umum melalui pemutaran film ini dibuka oleh Rektor Universitas Dhyana Pura Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA.M.A. serta dihadiri oleh Dr. I Made Nyandra, S.PKJ. M.Repro. FIAS yang menaruh perhatian penting dengan hal-hal kejiwaan, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Dhyana Pura. Prof. Rai mengajak para mahasiswa untuk mendeteksi diri lebih dini, apa dan bagaimana tanda-tanda Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), ungkapnya.

Hadir juga Kepala Bagian Karakter Universitas Dhyana Pura Dr. Christimulia Purnama Trimurti, S.E., S.H., M.M., Listiyani Dewi Hartika, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Ketua Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura. Bertindak sebagai narasumber sesudah pemutar film adalah dr. Putu Anastasia Kharisma Meirianthi, Sp. KJ., dari Sang Sutrdara Indra Kusuma juga Pihak Saksi tunggal keluarga ( Bapak Agus Saka), serta moderator Cokorda Tesya Kirana, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang ujuga dosen di Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura.

Banyaknya mahasiswa yang bertanya dibalik film ini menandakan bahwa; penonton belajar tentang perpaduan antara individualisme pribadi Ketut dan kewajiban sosial masyarakat Bali, menyoroti kompleksitas identitas di masyarakat kolektif, ujar Nengah Rata Artana yang mengapresiasi film tersebut dari awal sampaik akhir.

Pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan pendekatan yang humanis, terstruktur, dan berkelanjutan, karena tujuan utamanya bukan hanya mengurangi gejala, tetapi juga membantu individu kembali berfungsi secara sosial, emosional, dan produktif di masyarakat. Dalam praktiknya, pendampingan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan lembaga sosial. Membangun hubungan yang penuh empati, tidak menghakimi, dan menghargai martabat individu merupakan langkah awal dalam pendampingan. Pendamping harus menunjukkan sikap sabar, mendengarkan dengan baik, serta menghindari sikap yang menimbulkan stigma. Dengan adanya kepercayaan, ODGJ akan lebih terbuka untuk menerima bantuan.

Pendampingan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial. Bentuk dukungan psikososial meliputi: membantu membangun kembali kepercayaan diri, memberikan aktivitas harian yang terstruktur, melatih keterampilan sosial, dan memberikan dukungan emosional. Stigma masyarakat sering menjadi hambatan besar bagi ODGJ untuk pulih. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat agar: tidak mendiskriminasi ODGJ, memahami bahwa gangguan jiwa adalah kondisi Kesehatan, memberikan dukungan sosial. Keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Pendamping perlu memberikan edukasi kepada keluarga mengenai: cara memahami kondisi ODGJ, pentingnya dukungan emosional, kepatuhan terhadap pengobatan, dan cara menghadapi perilaku yang muncul. Tahap akhir pendampingan adalah membantu ODGJ kembali menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Hal ini dapat dilakukan melalui: pelatihan keterampilan kerja, kegiatan sosial di Masyarakat, aktivitas produktif seperti kerajinan atau usaha kecil.

 

 

Tim Karakter Undhira-Bali

Seminar ODGJ melalui Pemutaran Film The Sacrifie