Universitas Dhyana Pura (Undhira) melaksanakan kegiatan Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran di lingkungan kampus. Simulasi tersebut dilaksanakan bersama SERVVO sebagai pihak yang memberikan edukasi dan praktik mengenai penggunaan APAR secara tepat dan aman. Kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga mengajak peserta untuk mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penggunaan APAR ketika menghadapi kebakaran pada tahap awal. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai fungsi APAR, jenis-jenis APAR, karakteristik sumber api, serta pemilihan jenis alat pemadam yang sesuai dengan kondisi kebakaran. Pemahaman ini dinilai penting agar penggunaan APAR dapat dilakukan secara efektif sekaligus meminimalkan risiko bagi pengguna.
Tim SERVVO juga memberikan demonstrasi mengenai prosedur penggunaan APAR yang benar. Peserta diperkenalkan pada tahapan dasar mulai dari memastikan kondisi sekitar aman, mengambil APAR, melepaskan pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga mengoperasikan tuas pemadam dengan teknik yang tepat. Setelah mendapatkan penjelasan dan demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi secara langsung. Praktik ini menjadi bagian penting karena penggunaan APAR dalam situasi darurat membutuhkan ketenangan, keberanian, serta pemahaman terhadap prosedur keselamatan. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan melibatkan peserta untuk memahami secara langsung bagaimana menghadapi api dalam skala awal. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui teori penggunaan APAR, tetapi juga memiliki pengalaman dasar yang dapat membantu ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya. Simulasi juga menekankan pentingnya mengenali situasi sebelum melakukan pemadaman. Penggunaan APAR harus mempertimbangkan jenis kebakaran, posisi pengguna terhadap sumber api, arah angin atau asap, serta jalur evakuasi yang tersedia. Apabila kondisi api sudah tidak memungkinkan untuk ditangani menggunakan APAR, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama.
Bagi lingkungan perguruan tinggi, kesiapsiagaan terhadap kebakaran merupakan bagian penting dari budaya keselamatan. Kampus memiliki berbagai aktivitas yang melibatkan ruang kelas, laboratorium, perkantoran, fasilitas teknologi, serta berbagai perangkat listrik yang memerlukan perhatian terhadap aspek keselamatan dan pencegahan kebakaran. Melalui kegiatan ini, Universitas Dhyana Pura menunjukkan komitmennya untuk membangun lingkungan kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapsiagaan sivitas akademika. Kegiatan bersama SERVVO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh peserta bahwa pencegahan dan penanganan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan sederhana mengenai penggunaan APAR dapat menjadi keterampilan penting yang berpotensi membantu mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi keadaan yang lebih besar.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, simulasi ini juga menjadi sarana untuk membangun budaya tanggap darurat di lingkungan Universitas Dhyana Pura. Sivitas akademika diharapkan mampu bersikap lebih tenang, cepat, dan tepat dalam menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan keselamatan. Dengan terlaksananya Simulasi Penggunaan APAR pada 26 Agustus 2026, Universitas Dhyana Pura dan SERVVO bersama-sama mendorong terciptanya lingkungan kampus yang semakin aman, tanggap, dan sadar akan pentingnya keselamatan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya melalui pengetahuan, tetapi perlu dibangun melalui edukasi, latihan, dan pengalaman praktik secara langsung. Dengan demikian, setiap individu di lingkungan kampus diharapkan memiliki kesiapan dasar untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.